
Deskripsi
Sesungguhnya ibadah karena Allah adalah puncak kecintaan dan keridhaan kepada-Nya yang semua itu merupakan tujuan dari diciptakannya makhluk.
Allah Ta'ala berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْـجِنَّ وَالْاِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ.
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Para Rasul pun diutus dengan perintah untuk beribadah kepada Allah, sebagaimana firman-Nya yang menceritakan kisah Nabi Nuh yang berkata kepada kaumnya,
اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلَهٍ غَيْرُه
“.... Ibadahilah Allah! Tidak ada ilah (sembahan) yang berhak diibadahi dengan benar bagi kalian selain-Nya ....” (QS. Al-A’raf: 59)
Begitu pula perkataan Nabi Hud, Nabi Shalih dan selainnya kepada kaum mereka, Allah berfirman menceritakan tentang kisah mereka,
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُوْلًا أَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ هَدَى اللّٰهُ وَمِنْهُمْ مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۗ فَسِيْرُوْا فِى الْأَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ.
“Dan sungguh Kami telah mengutus seorang Rasul untuk setiap ummat (untuk menyerukan), ‘Ibadahilah oleh kalian Allah dan jauhilah thaghut,’ kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kalian di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (Rasul-Rasul).” (QS. An-Nahl: 36)
Secara garis besar terdapat empat pembahasan dalam buku ini, yaitu:
1. Pembahasan Pertama, wajibnya al-amru bil ma’ruf (memerintahkan kepada hal yang baik).
2. Pembahasan Kedua, perbedaan tingkat keimanan.
3. Pembahasan Ketiga, perbedaan antara Pencipta dan makhluk.
4. Pembahasan Keempat, dasar agama.
Kesemuanya dibahas secara ringkas, sistematis dan didukung dalil-dalil yang shahih dari al-Qur`an dan as-Sunnah.
Semoga Allah memasukkan kita semua ke dalam golongan orang-orang yang shalih.
Allah menggambarkan keadaan orang-orang shalih dengan penghambaan diri mereka kepada-Nya, Allah berfirman,
عَيْنًا يَّشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللهِ يُفَجِّرُوْنَهَا تَفْجِيْرًا.
“(Yaitu) mata air (dalam Surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al-Insan: 6)
Rekomendasi buku lain
Buku lain yang mungkin kamu suka
AQIDAHThe Miracle of Asma`ul Husna
Rp 140.000,00
AQIDAHWisata ke Surga
Rp 45.000,00
AQIDAHPrinsip Ber'aqidah Di Zaman Modern
Rp 43.000,00
AQIDAHAl-Qaulul Mufid 'Ala Kitabit Tauhid - Jilid 2
Rp 180.000,00
AQIDAHAl-Qaulul Mufid 'Ala Kitabit Tauhid - Jilid 1
Rp 180.000,00
AQIDAHAl-Qawa'idul Mutsla
Rp 45.000,00
AQIDAHSalah Kaprah dalam Beragama
Rp 35.000,00
AQIDAHPerseteruan Manusia vs Syaithan
Rp 40.000,00
AQIDAHNegeri Kebinasaan
Rp 65.000,00
AQIDAHSyarah Kalimatil Ikhlas
Rp 70.000,00
AQIDAHTanya Jawab Seputar Tauhid
Rp 110.000,00
IBADAHPANDUAN PRAKTIS HAJI & UMRAH, Meneladani Haji & Umrah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
Rp 70.000,00
